Laman

Selasa, 08 Januari 2013

Dasar Pemograman Android dengan PhoneGap


Pada umumnya, untuk membuat aplikasi mobile kita harus menggunakan bahasa pemograman yang didukung oleh mobile platform itu sendiri atau dikenal dengan istilah native programming. Sebagai contoh: apabila kita membuat aplikasi mobile untuk android kita harus menggunakan bahasa Java sebagai bahasa pemograman yang didukung oleh compiler android, sedangkan apabila kita membuat aplikasi mobile untuk iPhone kita harus menggunakan bahasa Xcode. Windows Phone dengan VB atau C#, BlackBerry dengan Java, dan lain – lain. Namun, dalam pemograman mobile kita juga mengenal istilah middleware. Middleware merupakan istilah untuk sebuah framework yang digunakan untuk menjembatani antara native language (Java pada Android, atau Xcode pada iPhone) dengan bahasa pemograman lain yang didukung oleh framework tersebut. Dalam kesempatan ini saya akan mengulas sedikit tentang sebuah framework yang digunakan untuk membuat aplikasi mobile yaitu PhoneGap.
PhoneGap merupakan sebuah framework middleware yang digunakan untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan bahasa pemograman JavaScript, CSS3, dan HTML5. Yup! Kita dapat membuat aplikasi mobile dengan bahasa pemograman JavaScript, CSS3, dan HTML5. Bahasa yang tentunya lebih familiar untuk digunakan dalam pembuatan website.
Platform apa saja yang mendukung PhoneGap? O iya jadi lupa. PhoneGap juga mendukung multiplatform loh. Jadi kita dapat membuat aplikasi yang mendukung 9 platform yang berbeda diantaranya: Android, BlackBerry, iOS, Symbian, WebOS, Windows Phone, Windows 8, Bada, dan Tizen. Intinya kita dapat membuat sebuah aplikasi yang dapat berjalan pada 9 platform tersebut. Mirip dengan slogan Java yang katanya: Write Once Run Everywhere tapi bedanya ini hanya berlaku pada mobile :D.
Silahkan download dokumentasi PhoneGap untuk mempelajari lebih lanjut disini.
Berikut ini saya akan memberikan contoh untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan PhoneGap pada platform Android.
Untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan PhoneGap pada Android, kita harus menggunakan beberapa tools seperti yang tertulis bawah ini:
  • Eclipse
  • Android SDK
  • ADT Plugin
  • Versi terbaru dari Cordova (PhoneGap)
Selanjutnya kita harus memasukkan library PhoneGap ke dalam project Android kita. Tetapi kita tidak perlu memasukkannya secara manual. Kita hanya perlu mendownload plugin PhoneGap untuk Eclipse yang bisa didownload dengan cara:
  • Kemudian checklist plugin yang dibutuhkan, klik next, checklist Lisense and Agreement, klik finish, tunggu instalasi hingga selesai, kemudian restart Eclipse.

Setelah Eclipse di restart, apabila proses instalasi berhasil maka akan  muncul icon PhoneGap pada toolbar Eclipse.
Untuk memulai pembuatan aplikasi dengan PhoneGap, klik icon PhoneGap pada toolbar, pilih versi PhoneGap yang akan digunakan sebagai library, pilih “minimal PhoneGap project”, klik next, isikan nama project, pilih target, isikan nama aplikasi, dan form lain yang dibutuhkan, klik finish.
Project android dengan PhoneGap akan muncul. Buka directory assets/www maka kita akan menemui file – file seperti index.html, PhoneGap/cordova-x.x.x.js (sesuai dengan versi yang dipakai) dan file pendukung lainnya.
Aplikasi akan memanggil file index.html sebagai file utama. Kita dapat melihat proses ini pada kelas utama di direktori: src/nama_package_project_anda/MyPhoneGapActivity.java secara default.

Jalankan aplikasi seperti biasa (dapat dilakukan dengan emulator atau devices android yang terhubung) dengan cara klik kanan pada project, pilih Run As -> 2 Android Application. Apabila berhasil, tampilannya jika dijalankan di emulator akan seperti ini:
Terimakasih sudah membaca.. ^_^
Read More >>

Jumat, 28 September 2012

Tutorial Instalasi CMS Lokomedia


Saat ini perkembangan dalam pengembangan aplikasi baik desktop maupun web sudah banyak mengalami kemajuan. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya tools atau alat bantu programming yang memudahkan kita dalam menulis sebuah program atau aplikasi. Biasanya tools ini menyediakan berbagai kemudahan yang membuat kita dapat membuat dan mengembangkan aplikasi yang diinginkan dengan mudah dan cepat. Salah satunya adalah CMS (content management system). CMS merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengatur (managing) konten – konten yang akan ditampilkan pada website yang kita buat.

CMS dilengkapi dengan fungsi – fungsi yang mudah dimengerti sehingga memudahkan kita untuk membuat website baik statis maupun dinamis tanpa harus mengetahui secara detail tentang pemograman web seperti HTML, PHP, JavaScript, CSS dan sebagainya.

Sudah banyak CMS yang populer digunakan oleh para web developer diantaranya : Joomla, Drupal, WordPress, Lokomedia, geeklog, mambo, dan sebagainya.

Berikut saya akan membahas tentang cara penginstalan salah satu CMS yaitu Lokomedia. Lokomedia merupakan CMS (content management system) yang dibuat dan dikembangkan oleh putra putri Indonesia yang tentunya bagus dan mudah dipelajari. CMS Lokomedia berlisensi open source yang artinya CMS ini dapat digunakan oleh siapa saja tanpa harus membayar atau gratis.

Berikut ini adalah tampilan standar pada CMS Lokomedia :


Berikut langkah – langkah penginstalan CMS Lokomedia pada server lokal (localhost) :

Sebelum menginstal CMS Lokomedia, pastikan Anda sudah menginstal web server lokal (xampp, wampp, atau yang lainnya).

Untuk memulai penginstalan, kita harus mengaktifkan modul rewrite dengan cara menghilangkan tanda ‘#’. Langkah – langkah untuk menghilangkan tanda tersebut :

Jika Anda menggunakan xampp sebagai web server lokal :
Masuk ke folder : “C:/xampp/apache/conf” cari file “httpd.conf” buka file tersebut dengan notepad. Cari tulisan "#LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so" dengan cara menekan tombol "Ctrl+f" kemudian isikan tulisan berikut tanpa tanda kutip "#LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so" Klik find next.

Hapus tanda ‘#’ kemudian simpan file tersebut, dan restart xampp.

Jika Anda menggunakan wamp sebagai web server lokal :
Caranya mirip dengan cara di atas. Perbedaannya terletak pada alamat folder “conf”. Masuk ke folder : “C:/wamp/Apache2/conf” cari file “httpd.conf” buka file tersebut dengan notepad. Cari tulisan "#LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so" dengan cara menekan tombol "Ctrl+f" kemudian isikan tulisan berikut tanpa tanda kutip "#LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so" Klik find next.

Hapus tanda ‘#’ kemudian simpan file tersebut, dan restart wamp.


Setelah itu, ekstrak file CMS Lokomedia yang sudah di download. Jika Anda belum mendownloadnya, silahkan download di sini.

Pindahkan folder “lokomedia” yang merupakan hasil ekstrak ke folder web server lokal.

Jika Anda menggunakan xampp sebagai web server lokal maka folder hasil ekstrak tadi disimpan ke dalam folder : “C:/xampp/htdocs”.

Namun Jika Anda menggunakan wamp sebagai web server lokal maka folder hasil ekstrak tadi disimpan ke dalam folder : “C:/wamp/www”.

Buka browser Anda, ketikkan “localhost/phpmyadmin”. Buat database baru dengan nama “dblokomedia”. Nama database tidak harus sama dengan yang dicontohkan. Penjelasan lebih detailnya dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini :


Langkah selanjutnya, import database “dblokomedia” yang berada dalam folder hasil ekstrak sebelumnya. Lihat pada gambar :


Setelah database selesai di import, ketikkan “localhost/lokomedia” pada browser Anda. Jika tampilan halaman pada browser Anda menjadi seperti gambar di bawah ini, maka proses instalasi CMS Lokomedia sudah sukses dilakukan.


Silahkan login sebagai Admin ke dalam CMS Lokomedia dengan mengetikkan “localhost/lokomedia/adminweb” pada browser Anda. Isikan username : “admin”, dan password : “admin”. Anda dapat mengganti username dan password Anda jika Anda sudah login sebagai Admin. Berikut tampilan halaman login Admin di CMS Lokomedia :



Sekian tutorial instalasi CMS Lokomedia dari saya. Terimakasih, dan semoga bermanfaat.

Read More >>

Sabtu, 24 Desember 2011

Menginstall XAMPP di Linux Ubuntu


XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun) Apache, MySQL, PHP, Perl. XAMPP merupakan tool yang berfungsi sebagai wadah untuk perangkat lunak dalam satu buah paket.
Dalam paket XAMPP sudah terdapat Apache (web server), MySQL (database), PHP (server side scripting), Perl, FTP server, phpMyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya. Dengan menginstall XAMPP maka Anda tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis untuk PC Anda.
Berikut adalah cara untuk menginstall XAMPP di Linux Ubuntu :
Hal yang harus kita lakukan pertama kali adalah mendownload package XAMPP untuk linux. Bisa di download disini. Setelah itu tempatkan atau copy package XAMPP ke direktori home.




Catatan :
$ : user biasa
# : super user atau root

$ dan # tidak ikut diketikkan dalam perintah.

Kemudian buka terminal dengan menekan tombol Ctrl + Alt + T. Masuk ke root dengan perintah $ sudo su, dan ekstrak package XAMPP ke direktori /opt. Karena dalam hal ini saya menggunakan XAMPP versi 1.7 maka perintahnya adalah sebagai berikut :






# tar –xvzf xampp-linux-1.7.tar.gz –C /opt

Ganti tulisan yang berwarna merah dengan versi XAMPP yang akan Anda install.



Tekan enter dan tunggu sampai proses mengekstrak file XAMPP selesai. Jika sudah selesai maka tampilannya akan seperti ini :


Sekarang kita akan memulai menyalankan XAMPP. Perintahnya adalah :







# /opt/lampp/lampp start

Jika muncul tampilan seperti ini, maka XAMPP berhasil dinyalakan.



Sekarang buka browser untuk memastikan XAMPP sudah terinstall dengan benar. Ketik “localhost” di address bar.








Tampilan XAMPP untuk Linux.

Ketik “localhost/phpmyadmin” untuk masuk ke halaman phpMyAdmin.



Untuk menghentikan atau mematikan XAMPP masukkan perintah berikut :






# /opt/lampp/lampp stop



Instalasi XAMPP di Linux Ubuntu sudah selesai.


Terimakasih.. Semoga Bermanfaat..^_^
Read More >>

Menginstal Joomla Online


Menindaklanjuti artikel saya sebelumnya tentang cara mengupload CMS (content management system) Joomla ke web hosting gratis, sekarang saya akan share tentang cara menginstall Joomla secara online. Hal yang pertama dilakukan adalah mengupload file – file Joomla ke web hosting. Dalam hal ini saya anggap Anda sudah mempunyai web hosting dan sudah mengupload file – file Joomla ke web hosting. Jika belum tahu, Anda bisa mempelajarinya di artikel : cara mengupload Joomla ke web hosting.

Cara menginstall Joomla online sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menginstall Joomla ke localhost. Perbedaannya hanya pada saat mengisikan database dan FTP (file transfer configuration).

Sebenarnya Anda dapat langsung menginstall Joomla tanpa harus login ke web hosting (dalam hal ini saya menggunakan 000.webhost.com). Namun karena untuk menginstall Joomla kita memerlukan database, maka kita harus membuat database baru di web hosting. Untuk web hosting 000.webhost.com langkah – langkahnya sebagai berikut :

Masuk ke halaman cpanel, klik icon MySQL


Setelah itu, Anda akan di minta untuk membuat database baru dan user baru untuk login ke database.


Setelah selesai membuat database dan user baru, Anda akan mendapatkan informasi penting diantaranya : host, nama database, nama user, dan password pada database yang sudah Anda buat tadi.


Simpan atau catat informasi tersebut, karena kita akan membutuhkannya nanti. Selanjutnya, kembali ke cpanel, klik icon phpMyAdmin untuk mengecek database yang baru saja dibuat.



Seperti yang terlihat diatas, database yang saya buat memiliki nama “a1505498_dbeggie” dan belum memiliki tabel. Setelah database selesai dibuat, sekarang kita sudah bisa menginstall Joomla.
Buka domain milik Anda yang sudah Anda upload kan file – file Joomla nya. Contoh: http://firgiawan.freiz.com/ atau http://firgiawan.freiz.com/adminstrator. Setelah itu Anda akan langsung dialihkan ke halaman installation.

Pilih bahasa yang akan Anda gunakan, kemudian klik next.


Anda akan di bawa ke halaman kedua dari instalasi yaitu pre-instalation check. Klik next.


Berikutnya adalah halaman license. Berisi tentang persyaratan penggunaan Joomla. Klik next untuk melanjutkan.


Kemudian pada halaman database configuration, masukkan host name, username, password, dan database name yang sudah kita dapatkan dari web hosting. Untuk sekedar mengingatkan, datanya adalah sebagai berikut :



Klik next setelah data dimasukkan.

Selanjutnya adalah halaman FTP (file transfer protocol). Anda bisa mengisi form ini dengan username dan password yang digunakan untuk login ke file manager pada cpanel dan isikan /public_html pada root path. Atau anda bisa melewati halaman ini dengan langsung mengklik next.


Setelah itu, Anda diminta untuk mengisikan nama situs, alamat email, serta username dan password. Username dan password ini nantinya digunakan untuk login ke halaman administrator Joomla. Jangan lupa klik install sample data. Ini memungkinkan CMS Joomla kita agar mempunyai sample template yang sudah terinstall. Jika sudah, klik next.


Jika sudah, maka selanjutnya adalah menghapus direktori instalation. Karena Joomla yang saya gunakan adalah Joomla versi 1.7.0 maka cara menghapusnya hanya dengan mengklik tombol “remove instalation folder”. Setelah itu klik site untuk melihat situs kita pertama kali, atau klik administrator untuk langsung menuju halaman login Joomla.


Tampilan awal situs dengan template yang sudah disediakan :


Tampilan halaman login administrator :


Jika sudah berhasil login, Anda akan di bawa ke halaman administrator atau control panel pada Joomla.


CMS Joomla sudah bisa Anda gunakan.

Terimakasih.. Semoga bermanfaat.. ^_^
Read More >>

Cara Mengupload Joomla ke Web Hosting Gratis



Joomla merupakan CMS (content management system) yang berbasis open source. Ini memungkinkan setiap orang untuk mendownloadnya secara gratis dan menggunakannya untuk membangun sebuah website untuk berbagai macam kebutuhan baik komersial maupun non komersial. Sekarang kita akan mencoba mengupload joomla ke web hosting gratis. Klik disini untuk mendownload joomla



Web hosting yang akan digunakan dalam tutorial ini adalah 000webhost.com. Alasan saya memilih 000webhost.com adalah karena kapasitas disk yang diberikan untuk user free sebesar 250 Mb dan Bandwithnya sebesar 100 Gb. Selain itu web hosting gratis ini juga mempunyai nilai tambah yaitu tanpa ads dihalaman web nya.



Berikut langkah – langkahnya :
Langkah pertama, Anda harus mendownload file package joomla. Jika sudah ada, dilanjutkan dengan mendaftar akun baru (sign up) di 000webhost.com. klik link sign up di website 000webhost.com dan ikuti petunjuk selanjutnya.



Isikan data pada form :



Pada form diatas terdapat opsi “I want to host my own domain (domain must be registered already)” Jika Anda memilih opsi ini maka Anda diharuskan untuk sudah memiliki sebuah domain website sendiri. Namun jika Anda belum memiliki domain atau alamat website sendiri, maka pilihlah opsi kedua : “or, I will choose your free subdomain (recommended)”. Kemudian isikan nama, email, password, ketik password lagi, ketik dua buah kata pada kode captcha, dan jangan lupa untuk mengklik checklist box pada “I agree to Terms Of Service”.


Gambar: form yang sudah diisi.

Setelah form diisi dengan lengkap, selanjutnya klik “Create My Account”. Jika tidak ada kesalahan maka Anda akan dibawa ke halaman selanjutnya. Apabila muncul pesan kesalahan atau error maka lihat dan cermati lagi apakah ada kesalahan dalam pengisian form.



Contoh kesalahan dalam pengisian password.

Jika tidak terjadi kesalahan atau kesalahan tersebut sudah Anda diperbaiki, Anda akan langsung dibawa ke halaman member area.



Pada gambar diatas terlihat tabel dengan kolom Domain, Status, dan Action. Untuk saat ini, domain yang sudah berhasil saya daftarkan adalah firgiawan.freeiz.com (terlihat pada tabel diatas). Langkah selanjutnya adalah Anda harus membuka email Anda (yang sebelumnya sudah didaftarkan pada saat sign up) kemudian klik link yang diberikan 000webhost.com untuk menconfirm registrasi. Setelah itu muncul halaman yang sama dengan tabel akun yang sudah diperbaharui.



Klik “Refresh Status” pada kolom Action, dan hasilnya akun Anda telah aktif.



Kemudian klik “go to Cpanel”.



Klik icon file manager.



Anda akan dibawa ke halaman File Manager. File Manager adalah tempat menyimpan data – data website Anda. Dalam hal ini data – data dari package joomla yang akan kita simpan disini.



Tampilan file manager.

Setelah itu klik “public_html”.



Di direktori ini nantinya file joomla akan ditempatkan. Untuk memulai upload, klik “Upload”. Akan muncul halaman untuk mengupload file. Pada halaman tersebut terdapat beberapa ketentuan penting diantaranya : sebuah file yang diupload ukurannya tidak lebih dari 5MB, dan apabila kita akan mengupload file yang terkompress (contoh : .zip) maka hanya file yang terkompress “zip”, “tar”, “tgz”, dan “gz” saja yang bisa diupload.



Untuk menyiasatinya maka file joomla yang akan kita upload harus di pecah menjadi beberapa bagian dan masing – masing bagian tersebut harus berukuran kurang dari 5MB.



Gambar: file joomla yang sudah diekstrak harus di kompress menjadi beberapa bagian.

Saya akan membagi file – file joomla menjadi dua bagian. Yang pertama di kompress adalah folder administrator sampai folder instalation.



Ingat ! karena pada ketentuan File Manager di penjelasan sebelumnya bahwa file terkompresi “.rar” tidak bisa diupload, maka kompress file dengan “.zip”. Saya menamai file pertama dengan nama joomla1.zip



Kemudian kompress lagi sisa folder yang belum terkompresi dengan zip (dalam hal ini adalah folder language sampai file web.config). Saya menamai file tersebut dengan nama joomla2.zip.



Jika sudah, maka kita menghasilkan dua buah file joomla dalam bentuk zip.



Sekaranglah saatnya untuk mengupload file – file tersebut. Lihat kembali browser Anda, masih pada file manager karena kita akan mengupload file yang terkompresi maka klik “Choose File” yang berada disebelah kanan.



Jika Anda mempunyai koneksi internet yang cepat maka Anda dapat mengupload dua file tersebut sekaligus. Namun jika tidak, terpaksa upload file tersebut satu persatu. Namun demi kelancaran disarankan untuk mengupload file satu persatu.



Klik “Choose File”, Pilih file yang akan diupload. Jika sudah, klik tanda ceklis yang berwarna hijau untuk memulai proses upload.



Jika file berhasil diupload akan muncul halaman seperti berikut :



Klik tanda ceklis yang berwarna hijau jika kita mengupload file satu persatu, atau klik icon panah biru untuk kembali ke direktori public_html.

Jika semua file joomla sudah terupload (file joomla1.zip dan joomla2.zip), maka kita sudah bisa untuk menginstall joomla. Ketikkan alamat pada address bar browser Anda http://domain.anda.com/administrator.

Sebagai contoh karena nama domain saya adalah http://firgiawan.freeiz.com/ maka untuk menginstall joomla saya mengetikkan http://firgiawan.freeiz.com/administrator. Sehingga muncul tampilan sebagai berikut :



Silahkan baca artikel saya selanjutnya untuk informasi tentang cara menginstall joomla secara online.

Catatan : File Manager akan meminta kita untuk login kembali apabila kita tidak melakukan aktivitas apa – apa (misal : upload file) pada website File Manager tersebut. Dan jika kita tidak berhasil untuk login kembali atau tidak tahu apa username dan password yang digunakan untuk login, buka kembali halaman Cpanel, klik icon “Change Account Password” untuk merubah password atau klik “View Account Details” untuk melihat username yang digunakan. Sebagai contoh, usernamenya adalah : a2515978.

Terimakasih.. Semoga Bermanfaat.. ^_^
 
Read More >>